rendering
Pada Mata kuliah Teknik Komunikasi
dan Presentasi kali ini membahas tentang Rendering. Apa itu rendering?
Bagaimana teknik Rendering?
Rendering merupakan proses
menghasilkan gambar dari modeling yang telah dibuat melalui program komputer.
Sebenarnya tidak melulu harus menggunakan program komputer, rendering bisa juga
menggunakan media 'nyata' seperti pensil, pensil warna, pulpen, cat warna dan
alat tulis lainnya yang tidak kalah elok dengan menggunakan program komputer.
Namun, karena kemajuan teknologi
sehingga teknik rendering pun semakin berkembang agar terlihat 'nyata' atau
bahasa kerennya Realistic sehingga sesuatu yang belum tentu ada
bisa dibayangkan 'seandainya' mereka nyata.
Rendering adalah istilah yang sudah
familier dalam bidang desain grafis, khususnya arsitektur. Dulu tidak banyak
yang menekuni bidang ini secara profesional, kebanyakan menganggapnya sebagai
hobi. Seiring perkembangan zaman hobi tersebut mulai punah tergantikan menjadi
'hobi yang menghasilkan' hehe.. namanya pun berganti menjadi illustrator,
design visualizer, Graphic designer, dan lainnya (mohon
koreksi bila saya salah)
Oke, sekarang apa saja yang menjadi
point penting dalam rendering?
Saya akan mereview hasil rendering
saya ketika semester... 3? saya lupa, karena file lamanya di dapat dari dropbox
(bersyukurlah akan teknologi, karena ketika laptopmu rusak bisa unduh dengan
mudah di langit-langit)
6 keypoints dalam rendering:
- Camera View
- Point Of View
- Background
- Material Texture
- Light Setting
- Geometri
Review Hasil Render Berdasarkan 6
Keypoints diatas
Render
Eksterior (sumber: Studio perancangan arsitektur 5, pusat kuliner)
|
1. Camera View
View Kamera yang digunakan adalah
view pandangan mata manusia kearah samping kiri berjarak 10 meter dari
bangunan, sehingga menurut saya setting camera view ini sudah baik bila dilihat
dari mata manusia pun tidak terlalu mendongak ataupun terlalu menunduk.
2. Point Of View
Point of viewnya mungkin tidak ada
karena saya ambil view di interior.
3. Background
Backgroundnya tidak ada karena
gambar ini diambil view interiornya.
4. Material Texture
Penggunaan tekstur material yang
kurang maksimal terlihat sangat jelas, sehingga hasil render tidak terlihat
realistik, bisa dilihat dari refleksi kaca yang tidak jernih, kayu yang kurang
natural hingga lantai batunya yang tidak terlalu bagus
5. Light Setting
Penataan cahaya disini tidak terlalu
diperhatikan karena mengambil scene siang, sehingga lebih mudah untuk mengatur
intensitas cahaya, sehingga terlihat cukup baik
6. Geometri
Keseimbangan view mungkin cukup, dari penempatan kursi kursi yang berjajar rapih shingga memberikan keseimbangan dalam gambar ini.
Keseimbangan view mungkin cukup, dari penempatan kursi kursi yang berjajar rapih shingga memberikan keseimbangan dalam gambar ini.
Demikian Review hasil render saya
yang masih perlu banyak belajar dan latihan lagi. Tidak ada yang mudah termasuk
teknik render yang walaupun kelihatannya mudah namun sebenarnya dibutuhkan
teknik yang mumpuni dan kesabaran yang tinggi terutama bila spesifikasi
hardware yang pas-pasan.



Komentar
Posting Komentar